Di abad ini dimana facebook adalah kebutuhan utama, dimana twitter adalah surat cinta disitulah aku hidup. Hidup di dalam internet yang menjadi makanan pokok. Listrik yang berjalan terus. Tersudut oleh media sosial. Dan terkagum - kagum oleh karya mereka yang ajaib. Sihir abad ini. Sihir IPTEK, begitu aku menyebutnya. Aku bukanlah anak Ilmu Informatika, aku mahasiswa yang tak tahu malu. Tetapi aku masih bisa hidup dengan semua itu, dengan kemaluanku dan kepura-puraanku. Kisahku bukan kisah Sang Pangeran tetapi hanya kisah manusia biasa. Pemuda biasa, aku tekankan. Mahasiswa yang ingin hidup dalam zaman Istana. Dimana zaman permaisuri hanya tunduk pada raja. Tunduk pada kata, tindak, dan desahan napas Sang Raja. Mari tutup saja buku dongeng ini.
Kuhidupkan kotak ajaibku. Lalu aku menyebut "Cinta". Kata kunci itu aku masukan ke mesin pencari ajaib ternama. Mungkin ada sedikit sihir penyihir dalam kotak ini. Muncul beribu definisi cinta. Aku terkagum dalam Ilmu Informatika, ah dasar mahasiswa tak tahu malu, aku kutuk diriku sendiri. Setiap lembaran definisi cinta aku buka dan buka. Aku mencari alasan, kenapa aku mencintaimu dalam kotak ini. Masih aku mencari hingga halaman ke seribu. Hingga aku letih dan menunggu. Beginilah aktifitas mahasiswa yang penuh dengan kemaluan dan kepura-puraan.
Hanya kotak dan buku dongeng ini yang menemaniku di dalam hidup ini. Mencari harta karun dan gadis cantik hingga hidup bahagia selamanya. Tentu saja kotak ini selalu membantuku bertemu dengannya bahkan soal ujian yang tak ku mengerti aku jawab atas bantuan kotak informatika penuh sihir ini. Oh Mahasiswa bodoh. Bodoh karena cinta dan hidup dalam kotak hitam.
Kabel serasa jalinan darah kita, dunia maya serasa rumah kita. Apa - apaan hidup ini? Makanku dari google minumku dari yahoo. Dan kau berdiri diatas facebook, aku dalam twitter memaki diri sendiri. Duniaku di Dunia maya, cintaku itu maya di hatimu yang aku tahu tak maya. Aku mencintaimu dalam hidupku yang nyata. Terima kasih atas pelukan maya, ciuman maya dan kasih sayang maya tetapi akan kurasa nyata. Ah aku hanya mahasiswa bodoh yang tersihir oleh cinta dan informatika.
No comments:
Post a Comment