Tuesday, November 19, 2013
Ia yang pernah bermalam bersamaku
Ketika matahari itu tenggelam dan semakin hilang dari mataku, aku semakin tahu bahwa aku akan menjadi seseorang yang tidak lagi sama. Darahku serontak melonjak dan memancarkan kegelapan. Kulitku berubah kasar, bersisik. Aku bingung harus melakukan apa lagi. Ingin aku berteriak tetapi tidak mungkin aku lakukan di tempat ini. Pikiranku masih aku kuasai. Kucakar diriku sendiri, kuhantam ke dinding tubuhku yang kurus kering ini. Rak buku mulai berjatuhan dan aku jatuhkan tubuhku kembali ke kasur ditengah kamar ini. Ku tahan semua rasa benci dalam hidupku. Tiba – tiba… memori pikiranku ingat kembali padanya, ia yang pernah berbaring bersamaku di tempat tidur ini. Ia yang pernah bermalam bersamaku.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment