Wednesday, July 11, 2012
Mencari Aku
Saya memang tidak seperti aku, saya berusaha untuk itu. Agar aku dan saya dapat bersatu. Menuju kebahagiaan. Hanya hidup dalam pencitraan, munafik, padahal dibaliknya hanya sebuah setan yang duduk tanpa melakukan apapun. Saya tak tahu apa - apa sebenarnya tentang hidup. Hanya berbebekal mulut besar dan hati dengki juga suka menjilat aku - aku lainnya. Begitulah saya. Tak bisa mendengar apa kata aku. Aku yang jauh hidup di dalam hati kecilnya.
Saya sebenarnya ingin memberontak untuk bisa hadir dan memeluk aku. Aku pun sepertinya rindu akan adanya saya disisinya. Tetapi, saya selalu menjauh, menjauh mencari hal lain yang hanya bisa membahagiakannya sesaat, bahkan hanya semalam. Saya masih menjauh, tetapi aku tidak, aku tetap berdiri dihati kecil saya. Menunggu saya untuk datang dan bersamanya lagi.
Saya, tahukah kau, kau ditunggu oleh Aku.
Sunday, March 25, 2012
Duniaku Maya Disana Aku Hidup (1)
Kuhidupkan kotak ajaibku. Lalu aku menyebut "Cinta". Kata kunci itu aku masukan ke mesin pencari ajaib ternama. Mungkin ada sedikit sihir penyihir dalam kotak ini. Muncul beribu definisi cinta. Aku terkagum dalam Ilmu Informatika, ah dasar mahasiswa tak tahu malu, aku kutuk diriku sendiri. Setiap lembaran definisi cinta aku buka dan buka. Aku mencari alasan, kenapa aku mencintaimu dalam kotak ini. Masih aku mencari hingga halaman ke seribu. Hingga aku letih dan menunggu. Beginilah aktifitas mahasiswa yang penuh dengan kemaluan dan kepura-puraan.
Hanya kotak dan buku dongeng ini yang menemaniku di dalam hidup ini. Mencari harta karun dan gadis cantik hingga hidup bahagia selamanya. Tentu saja kotak ini selalu membantuku bertemu dengannya bahkan soal ujian yang tak ku mengerti aku jawab atas bantuan kotak informatika penuh sihir ini. Oh Mahasiswa bodoh. Bodoh karena cinta dan hidup dalam kotak hitam.
Kabel serasa jalinan darah kita, dunia maya serasa rumah kita. Apa - apaan hidup ini? Makanku dari google minumku dari yahoo. Dan kau berdiri diatas facebook, aku dalam twitter memaki diri sendiri. Duniaku di Dunia maya, cintaku itu maya di hatimu yang aku tahu tak maya. Aku mencintaimu dalam hidupku yang nyata. Terima kasih atas pelukan maya, ciuman maya dan kasih sayang maya tetapi akan kurasa nyata. Ah aku hanya mahasiswa bodoh yang tersihir oleh cinta dan informatika.
Pacarku Putri Tidur
“Hallo Selamat Siang, bisa bicara dengan Umi? ", aku menelepon ke telepon rumahnya
"Lagi tidur Mas, ini siapa ya?" sahut seorang wanita.
"Aku Bagas, tadi aku menelpon ke hp-nya tidak diangkat-angkat, dengan siapa ya aku bicara?"
"Ih ini si Mbok, iya si Uminya dari pagi belum keluar kamar, seperti biasalah Mas, orangnya suka molor, nanti mbok kabarin ya? kalau dia sudah bangun" jawab si Mbok sambil cekikikan.
"Makasi ya Mbok. Kita janjian sarapan bareng tadi pagi tapi sampai jam makan siang aku tunggu, dia belum datang juga" kataku sangat kesal.
***
Namaku Bagas, aku masih kuliah di jurusan Ekonomi Manajemen, semester 6. Seperti anak muda yang kuliah lainnya aku hanya kuliah dan bermain bersama teman - temanku. Kelulusan tentu saja impian semua anak muda. Tetapi impianku selain itu adalah mempunyai pacar yang cantik. Tidak salah kan jika mempunyai seorang pacar yang cantik apalagi yang baik hati. Mungkin itu adalah satu kebanggan bagi kaum lelaki. Bolehkan jika kita mempunyai mimpi seperti itu. kata teman - temanku, mimpiku itu hanya sebuah mimpi rakyat jelata yang bermimpi menikahi seorang putri raja. Uh, sedikit membuat semangatku berkurang.
"Hai Gas, ingat ya nanti ikut rapat panitia penerimaan mahasiswa baru!" teriak Baharudin teman kampusku dari Fakultas MIPA.
Aku hampir lupa kalau aku tahun ini harus mengisi kekosongan dalam panitia yaitu dalam bidang P3K. Sedikit agak kurang berkenan, karena aku dipaksa untuk mengisinya padahal aku tak ingin mengikuti kegiatan kampus lagi. Hanya ingin berkonsentrasi pada kuliah. Tak apalah, sebentar lagi aku yakin aku lulus dari kampus ini. Akhirnya aku mengiakan dan siap menjadi Tim P3K untuk penerimaan mahasiswa baru.
Bertugas hari pertama pun tiba dan sebalnya aku harus bangun pagi untuk mempersiapkan diri. Jam 6 pagi harus sudah di kampus. Mataku masih belum terbuka lebar, serasa kaki melayang - layang. Ternyata para Maba alias mahasiswa baru sudah berkumpul dari jam 5 pagi, mungkin karena begitu tegangnnya kepada para senior yang sok galak - galak itu. Mereka pun berbaris rapi di lapangan depan auditorium dengan wajah yang ketakutan. Aku hanya ketawa cekikikan melihatnya.
"Hahahaha, mereka mau saja ditipu sama lo ya Din?", bisiku ditelinga Baharudin, yang saat itu menjadi ketua panitia pelaksana.
"Eh kita juga dulu kan lebih disiksa, ini aja udah baik perlakuan kita", sahut Baharudin.
Tiba - tiba Baharudin berteriak kencang, "DIAAAAAAAAAAAAMMM kalian semua, mau jadi apa kalian semua? mulutnya bisa diam tidak. Disuruh berbaris saja masih cerewet. Anak Pasar!"
Serentak anak - anak Maba diam dan tak bergerak. Semua hening. Satu persatu maju sambil dimaki - maki para kakak panitia. Aku hanya melihat barang kali ada yang sakit atau butuh bantuan P3K. Diam di barisan belakang. Menjaga para Maba andaikata ada yang sakit. Hampir habis semua Maba di data dan masuk ruang auditorium.
Tetapi ada yang aneh, ada satu Maba yang dipanggil hanya diam tak bergerak. Akhirnya para panitia mendatangi dia. Seorang wanita. Gdubraaaaaaaaaak, dia jatuh ke tanah. Semua panik. Aku pun menjadi panik, aku berlari mendatanginya. Tim P3K mengangkat dia dengan tandu dan dibawa ke pinggir lapangan. Entah kenapa aku sedikit tegang melihat orang pingsan seperti ini. Semua tim panik. Anak - anak fakultas kedokteran yang berada di Tim ku sibuk memeriksanya.
"Huaaaaaem, ospeknya sudah selesai ya kak?”, kata umi, si mahasiswa baru itu.
Sunday, February 26, 2012
Dan Aku Pernah Mencintainya
Kulihat dentingan detik jam yang mulai membuat tubuhku panas, berkeringat. Pendingin ruangan itu ternyata tak memberi pengaruh banyak bagi hatiku yang membara ini. Aku masih mencintainya. Jauh di hatiku yang panas ini. Matanya semakin dekat dengan mataku, bibirnya semakin penuh gairah ketika dia menanyakan, "Bang, siapa pacar abang sekarang?". Aku terdiam sejenak karena melihat bibir tipisnya yang bergerak ke atas dan kebawah mengikuti suara manjanya. "Hmmm apa?" jawabku dengan bingung. Malu rasanya ketika dia tahu jika aku menatapnya dari jam 7 tadi, berarti sudah 4 jam kita berbincang karena saat ini sudah menunjukkan pukul 11 malam dan dia masih menguasai pembicaraan ini. Aku hanya terlena olehnya. "Oh Tuhan, salahkah aku?" bisiku dalam hati. Dulu aku pernah mencintainya.
Tengah malam, dan hari pun akan mulai pagi. Kami masih berada dalam ruangan yang sama. Pikiran nakalku ingin mengajaknya ke ruangan lain. "Cukup, aku sudah tidak mencintainya lagi", aku marah pada diriku sendiri. Kita duduk semakin dekat, tinggal sejengkal lagi. Dia pun semakin menekanku. Serasa ditabrak tembok cina. Tak bisa bergerak. Kaku. Matanya semakin dekat denganku. Serasa ingin saling memandang. Bibirnya mulai bercerita lebih dalam, sedalam aku pernah mencintainya. Dia mulai mendekati dan berbisik. Aku pun langsung bergetar, ditimpa atap rumah rasanya. "Terima kasih, tetapi aku hanya pernah mencintaimu" jawabku.
Wednesday, February 15, 2012
Hanya Sepenggal dan Hanya ingin bertemu
Saat itu kita bertemu di sebuah jalan yang masih sangat kukenang, dirimu memakai selendang putih dan membawa tas yang katamu kau buat sendiri. Sedih rasanya jika aku harus mengingat kenangan itu. Antara rindu dan marah. Karena akhirnya kau harus meninggalkanku. Malam ini aku akan berngkat dan menuju kesana, ke alamatmu yang kau berikan. Mungkin ini bisa menjadi hadiah di hari kasih sayang untukmu. Walau belum pasti apakah aku bisa sampai disana.
PWA